Nazar menceritakan bahwa pada bulan Desember 2010, ia dan Anas Urbaningrum bertemu dengan Agus di sebuah restoran Jepang di Jakarta. Pertemuan tersebut awalnya untuk membicarakan resitusi perusahaan Wilmar.
Usai pertemuan, Anas curhat ke Agus Marto terkait anggaran multiyears Hambalang yang sudah ditolak Kemenkeu. Agus yang saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan berjanji akan mengurusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada akhir 2012, di mana saat itu saya masih menjabat sebagai Ketum Demokrat," ujar Anas dalam kesaksiannya di PN Tipikor, Jakarta, Selasa (21/2/2014).
Agus Martowardojo juga menyebut Nazaruddin berbohong. Agus dituding Nazaruddin menggelar makan malam bersama Machfud Suroso dan Anas Urbaningrum untuk memuluskan anggaran proyek Hambalang.
"Saya ingin berikan klarifikasi, bahwa apa yang disampaikan oleh Nazaruddin itu adalah bohong besar. Saya prihatin saudara Nazaruddin sebagai seorang yang terhukum menyampaikan dalam pengadilan suatu kebohongan besar. Padahal itu adalah sebuah sumpah," jelas mantan Menkeu ini di kantornya di Gedung BI, Kebon Sirih, Jakpus, Jumat (17/1/2014).
Sama sekali tak pernah ada makan malam seperti yang disebut Nazaruddin. "Saya itu tidak pernah makan sama Anas dan tidak pernah kenal denga Machfud Suroso. Kok disampaikan seperti itu. jadi saya doakan, supaya Nazarudin cepat insaf dan cepat sadar," jelas Agus yang kini menjadi Gubernur BI ini.
(/tor)











































