Gus Solah:Pencalonan Gus Mus dan Sahal Mahfudz Tepat
Selasa, 30 Nov 2004 12:04 WIB
Boyolali -
Pencalonan Mustofa Bisri sebagai ketua tandfidziah dan Sahal Mahfudz sebagai rois aam dinilai sebagai alternatif yang tepat untuk menghindari kemelut yang terjadi dalam muktamar NU ke 31 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.Penilaian tersebut disampaikan oleh salah seorang Ketua PBNU Solahudin Wahid atau sering dipanggil Gus Solah kepada wartawan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Selasa (30/11/2004).Sebelumnya kiai-kiai sepuh mendukung munculnya calon alternatif untuk memecah kebuntuan karena adanya dua kubu yang sama-sama ngotot. Dan untuk menghindari perpecahan, dicarilah jalan tengah dengan menggabungkan kedua kubu."Saya pikir ini suatu pilihan untuk mengatasi kemelut sekarang ini. Daripada timbul kemelut yang lebih besar dalam muktamar jadi harus ada titik temu. Namun pertanyaannya apalah keputusan ini dalam operasionalnya dapat berjalan, apakah Gus Mus dapat sebagai calon atau tidak, karena harus mencapai 99 suara untuk menjadi calon tatib," tambahnya.Menurut Gus Solah, Gus Mus sendiri sudah bersedia, sudah mendapat restu dari ibunya. Jadi harus ada upaya lanjutan untuk menyakinkan muktamirin untuk mendukung Gus Mus. "Jadi harus ada titik temu dalam muktamar kali ini karena muktamar sudah mengarah pada perpecahan, sampai ada NU tandingan. Biar tidak terlalu parah maka harus ada mediator, saya usulkan KH Sahal Mahfudz atau KH Mahfudz Ridwan," kata adik Gus Dur ini.
(jon/)










































