Ibu Negara Ani Yudhoyono pernah disebut mencampuri urusan kabinet oleh intelijen Australia. Tentunya selain Ibu Ani, para istri menteri pun dekat dengan suami mereka. Lalu apakah mereka punya peran dalam urusan pemerintahan?
"Tugas kami ya menjadi penasihatnya suami-suami kami. Jadi kalau kami turun ke masyarakat kemudian ternyata ada program yang belum dilakukan oleh pemerintah maka kami memberi masukan kepada suami," ujar istri mantan Menkopolhukam Widodo AS, Sri Yuniarti, di sela acara SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) di Mall Senayan City, Jl. Asia Afrika, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2014).
Istri Menkopolhukam Djoko Suyanto, Ratna, menyebut bahwa para istri menteri selalu menyempatkan diri memberi masukan bagi suami. Namun para istri tentunya memiliki kesibukan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentunya, menurut Sri, apabila ada program yang belum terakomodasi oleh pemerintah maka SIKIB akan melengkapinya.
Acara kumpul-kumpul juga dilakukan oleh para istri menteri ini.
"Saya hobi nyanyi, makanya selalu latihan paduan suara. Saya juga hobi nari dan lain sebagainya. Tentu kita juga sibuk bermain dengan cucu," ujar istri Wamenparekraf Sapta Nirwa, Kuntari.
Ketika berkumpul, mereka layaknya ibu-ibu pada umumnya. Saling berbagi kabar atau kegiatan lainnya.
"Ibu-ibu ini punya tugas yang sama. Kemudian mereka sebagai penasihat. Sebagai pendamping tentu sering ikut suami mendampingi kerja. Dengan melihat banyak, biasanya suka dapat inspirasi. Itu yang kami tuangkan di SIKIB," kata istri Menteri ESDM Jero Wacik, Treisna.











































