"Permisi-permisi numpang lewat," begitu bunyi peringatan dari mobil pengawal rombongan Jusuf Kalla di Manado, Selasa (21/1/2014).
'Peringatan polwan palsu' ini keluar dari pengeras suara di dalam mobil. Sebelum suara tersebut, ada bunyi sirine sebanyak dua kali terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya yang sedang berjibaku dengan macetnya Manado, warga yang sedang duduk-duduk di teras rumahnya juga nampak kaget mendengar peringatan tersebut.
Sebenarnya tak ada polwan di dalam mobil tersebut. Seluruh personil kepolisiannya berkelamin laki-laki.
Suara itu sudah direkam sehingga tak masalah diputar beberapa kali. Suara tersebut memang sengaja dibuat dengan suara wanita, lebih ramah dan lemah lembut.
Selama di Manado, rombongan JK memang menggunakan mobil pengawalan dari Lantas Polda Manado.
Sepanjang perjalanan tak berhenti sirine panjang dibunyikan agar warga memberikan jalan bagi rombongan. Peringatan teraebut juga sangat sering dimainkan.
Pasca banjir bandang hari Rabu (15/1) kemarin, kemacetan di kota Manado memang semakin parah. Kendaraan mengular di beberapa ruas jalan utama kota. Kemacetan ini diduga karena di beberapa ttik sebagian badan jalan masih menumpuk limbah sisa banjir dan bangkai kendaraan yang hanyut terbawa arus.
(bil/gah)











































