ASEAN Desak Howard untuk Teken Pakta Non-Agresi
Selasa, 30 Nov 2004 11:29 WIB
Jakarta - Perdana Menteri (PM) Australia John Howard terus didesak untuk menandatangani pakta non-agresi dengan negara-negara ASEAN. Desakan itu disampaikan dalam pertemuan para pemimpin ASEAN yang tengah berlangsung di Vientiane, Laos.Isu penekenan perjanjian non-agresi tersebut diangkat guna menghilangkan kekhawatiran mengenai kebijakan serangan pre-emtif yang dicetuskan Howard beberapa waktu lalu."Kami mengimbau Australia dan Selandia Baru untuk bergabung dengan kami menandatangani TAC (Treaty of Amity and Cooperation) yang belum mereka lakukan," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Filipina, Alberto Romulo dalam pertemuan ASEAN di Laos."Kami pikir ini waktu yang tepat untuk Australia memberikan pertimbangan seriusnya," imbuh juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Sihasak Phunketkeow seperti diberitakan AFP, Selasa (30/11/2004).Selain Jepang, Cina, dan Korea Selatan, pemimpin Australia dan Selandia Baru juga diundang ke KTT ASEAN yang berlangsung pada Senin (29/11/2004) dan Selasa (30/11/2004) ini di Laos, guna memulai pembicaraan mengenai pakta perdagangan bebas.Namun sejauh ini Howard bersikeras menolak untuk meneken TAC yang telah ditandatangani oleh tujuh negara di luar ASEAN, termasuk Cina. Menurut Howard, isu TAC harus dipisahkan dari perjanjian perdagangan bebas."Itu dua isu yang berbeda dan kita jangan mencampuradukkan keduanya dan itu sudah sangat jelas," ujar Howard di Sydney, Australia sebelum bertolak menuju Laos.Padahal ASEAN, yang memandang Australia lebih dekat ke Barat daripada ke Asia, menginginkan kepastian mengenai niat negeri Kangguru itu di wilayah Asia. Pasalnya Howard pernah menyatakan kebijakan bahwa dirinya akan melancarkan serangan pre-emtif ke target-target asing guna mencegah serangan teroris.
(ita/)











































