Julia Perez pun siap 'menggoyang' pesta demokrasi lima tahunan itu. Wanita yang akrab disapa Jupe ini pun berjanji akan tampil sopan dan tidak vulgar saat menghibur massa. Ketimbang tampil seksi dia memilih mengeluarkan guyonan saat manggung di arena kampanye.
Apalagi dipastikan bakal banyak anak-anak di bawah umur yang menonton aksinya di atas panggung. Selain itu, kadang daerah tertentu punya batasan sensitif atau peraturan terkait busana seksi saat manggung. Guyonan lucu yang dimaksud adalah melakukan pelintiran lagu dangdut dengan kata-kata kampanye bersifat lucu tanpa rasis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bernyanyi, ia berencana akan melakukan orasi untuk sekedar mempromosikan partai yang mengontrak dia. “Saya bukan jurkam ya. Tapi, lebih menghibur massa ya sedikit promosi lah bantuin mereka. Enggak salah itu kan,” tambah Jupe.
Soal besarnya honor, dia tak memberikan gambaran secara jelas. Jupe hanya menyebutkan bahwa untuk satu titik lokasi manggung, honor yang dia terima bisa tembus di atas Rp 20 juta. Nah selama musim kampanye tarif dia bisa tiga sampai empat kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Kalau saya sekarang mah biasa aja. Mungkin yang dapat kontrak 10 titik itu yang gede ya. Yang penting saya kerja, bisa nafkahin keluarga,” kata dia.
Meski mendapat untung, bukan berarti Jupe juga melupakan hal positif. Ia mengaku setiap ikut kampanye partai, selalu menyempatkan untuk memberikan pesan kepada massa agar tidak golput saat pemilu. Menurut dia, sangat disayangkan kalau banyak golput. Padahal, satu suara ikut mempengaruhi masa depan bangsa.
“Ini bukan soal parpol atau caleg yang bisa menghibur dengan pedangdut terkenal. Tapi, ada yang lebih penting buat dikasih tahu ke masyarakat. Ini yang perlu, jangan golput,” kata dia.
(hat/erd)











































