AS Ingatkan Taiwan untuk Tidak Bentuk Konstitusi Baru

AS Ingatkan Taiwan untuk Tidak Bentuk Konstitusi Baru

- detikNews
Selasa, 30 Nov 2004 11:04 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat mengingatkan Presiden Taiwan Chen Shui-bian untuk tidak berupaya menyusun konstitusi baru bagi pulau tersebut. Chen diingatkan akan janjinya untuk mempertahankan status quo dalam hubungan dengan Cina.Pekan lalu, Presiden Chen bertekad untuk terus mengupayakan konstitusi baru bagi Taiwan. Ia juga menyebut Taiwan sebagai negara merdeka dan mengancam akan menggelar referendum mengenai masa depan pulau itu."Amerika Serikat menentang referendum yang akan mengubah status Taiwan atau mengarah ke kemerdekaan" tegas Juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, Richard Boucher kepadawa wartawan di Washington, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (30/11/2004).Boucher mengingatkan janji Chen yang disampaikan dalam pidato pelantikannya tahun 2000 lalu dan setelah terpilihnya kembali dirinya tahun ini. Saat itu, Chen berjanji bahwa dirinya tidak akan menyatakan kemerdekaan, tidak mengubah nama pemerintahan Taiwan, tidak memasukkan teori dua negara ke dalam konstitusi, dan tidak mengkampanyekan referendum untuk mengubah status quo atas kemerdekaan atau unifikasi.Boucher menuturkan bahwa Washington terus mengupayakan dialog lintas-selat sebagai langkah penting untuk perdamaian dan stabilitas di daerah Selat Taiwan. "Kami percaya bahwa langkah-langkah tersebut patut dilanjutkan. Dan kami tidak mendukung kemerdekaan Taiwan," tegas petinggi Deplu AS itu.Belum lama ini, Chen menyatakan bahwa Taiwan memerlukan konstitusi baru untuk menggambarkan perubahan di pulau tersebut. "Yang kita butuhkan adalah perubahan-perubahan substansial... dan itu adalah sebuah aturan baru," ujar Chen di depan massa saat berkampanye menjelang pemilihan parlemen 11 Desember.Pemerintah Cina bersikeras menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Beijing menegaskan bahwa Taiwan pada akhirnya nanti harus kembali ke pangkuan Cina, bahkan jika perlu dengan kekerasan. (ita/)


Berita Terkait