Septy Sanustika Ngebet Digaet

Fenomena Politik Dangdut

Septy Sanustika Ngebet Digaet

- detikNews
Selasa, 21 Jan 2014 13:13 WIB
 Septy Sanustika Ngebet Digaet
Septy Sanustika (foto/detikcom)
Jakarta - 2014 sebagai tahun politik membawa rezeki tersendiri bagi kalangan artis. Tak terkecuali bagi Septy Sanustika. Pedangdut ini tidak bakal menyia-nyiakan bila ada tawaran manggung dari partai politik saat kampanye politik.

Suami masih ditahan dan harus memberi nafkah kepada putrinya membuat penyanyi 30 tahun itu ngebet terlibat dalam kampanye parpol.

Septy mengakui honor bernyanyi saat kampanye politik cukup besar karena hampir dua kali lipat dibanding momen biasa. Meski belum mendapat tawaran resmi, pelantun Papa Kini Sendiri itu secara lisan sudah diajak oleh beberapa event organizer untuk terlibat kampanye. “Iya mau banget, Mas. Sekarang kan saya ngamen terus,” kata Septy saat dihubungi detikcom, (18/01/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai penyanyi profesional, ia akan siap menerima tawaran menyanyi dari parpol manapun tanpa memilih. Asalkan memang masih dalam konteks pekerjaan. Persoalan ini pun tidak masalah bagi suaminya yang berada dalam sel, Ahmad Fathanah.



Menurutnya, Fathanah tidak pernah melarang karena sadar Septy adalah tumpuan keluarga untuk mencari nafkah. “Partai manapun yang undang kita welcome selagi itu hanya sebatas menyanyi,” ujar ibu dari Amerra Naura Fatanah ini.

Manajer Septy, Maila Madinah menambahkan penawaran untuk ikut manggung kampanye parpol sudah ada sejak Desember 2013. Tapi, itu baru sekadar menawarkan secara lisan. Bila nanti ada tawaran resmi, ia mengatakan Septy siap untuk keliling titik daerah untuk bernyanyi.

Baginya tidak masalah meskipun kampanye tahun ini adalah kali pertama bagi Septy untuk nyanyi buat parpol. Apalagi kalau tawaran bernyanyi di daerah Timur Indonesia seperti Raja Ampat, Papua.

“Mbak Septy pengen banget nyanyi di Raja Ampat. Tapi, di mana aja lah namanya kerja. Enggak masalah,” katanya dihubungi detikcom secara terpisah.

Soal tarif, Maila tidak punya patokan. Namun, parpol harus menyesuaikan kemampuan dan popularitas Septy. Biasanya, kata dia, honor pedangdut berdasarkan satu titik lokasi saat kampanye.

Ia yakin Septy punya kualitas yang diakui untuk menarik dan menghibur massa. Sejauh ini, penggemar Septy kebanyakan berada di Pulau Jawa. “Ya kalau cocok, kita jalan. Lumayan setahu saya (honornya) hampir dua kali lipat biasanya. Tergantung klien juga sih,” tuturnya.

(hat/brn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads