Hal ini terjadi pada warga di Desa Kanaan, Rano Tana Weru, Wanea, Manado, Sulawesi Utara. Saat banjir, air naik sangat cepat dan menerjang pemukiman warga hingga mencapai 3 meter.
"Awalnya saya dengar orang teriak 'tolong'. Pas saya lihat, ternyata ada dua orang yang terseret sambil peluk galon. Warga sudah teriak-teriak supaya dia kembali. Tapi baru sebentar, mereka cuma kelihatan tangannya dan terbawa arus," kata Nita pada wartawan di kampung Kanaan, Manado, Senin (20/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desa Kanaan ini memang berada tak jauh dari kelokan sungai yang dialiri air dari daerah aliran sungai. Ratusan rumah hancur karena terhempas barang-barang yang terbawa arus.
Bahkan salah satu jembatan yang menghubungkan 2 desa tak bisa digunakan karena tertutup puing bambu yang terbawa arus.
Bagi warga Manado banjir tahun ini merupakan banjir terbesar. Banjir membuat kota Manado lumpuh total selama beberapa hari.
(mnb/fdn)











































