Hal ini terjadi pada warga di Desa Kanaan, Rano Tana Weru, Wanea, Manado, Sulawesi Utara. Saat banjir, air naik sangat cepat dan menerjang pemukiman warga hingga mencapai 3 meter.
"Awalnya saya dengar orang teriak 'tolong'. Pas saya lihat, ternyata ada dua orang yang terseret sambil peluk galon. Warga sudah teriak-teriak supaya dia kembali. Tapi baru sebentar, mereka cuma kelihatan tangannya dan terbawa arus," kata Nita pada wartawan di kampung Kanaan, Manado, Senin (20/1/2014).
Hari Jumat (17/1) yakni 2 hari setelah banjir bandang Manado, keduanya ditemukan warga dalam kondisi tewas terbawa arus.
Desa Kanaan ini memang berada tak jauh dari kelokan sungai yang dialiri air dari daerah aliran sungai. Ratusan rumah hancur karena terhempas barang-barang yang terbawa arus.
Bahkan salah satu jembatan yang menghubungkan 2 desa tak bisa digunakan karena tertutup puing bambu yang terbawa arus.
Bagi warga Manado banjir tahun ini merupakan banjir terbesar. Banjir membuat kota Manado lumpuh total selama beberapa hari.
(mnb/fdn)











































