Pantauan di lapangan, Senin (20/1/2014) beberapa pemukiman warga yang berada di kecamatan Tikala, Wamea. Aliran listrik di pemukiman warga ini sengaja diputus oleh PLN untuk menghindari hubungan pendek listrik karena banyak kabel listrik yang terputus dan jalan-jalan sebagian masih tertutup lumpur.
Hanya objek-objek vital saja yang menyalakan lampu seperti gereja, kantor pemerintah dan lokasi pengungsian. Untuk menerangi rumahnya, warga menggunakan genset atau lilin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa ruas jalan sudah kembali diterangi lampu jalan. Namun kegelapan masih terasa dari rumah warga yang masih padam. Kegelapan ini semakin diperparah dengan kemacetan di beberapa ruas jalan.
Kemacetan ini terjadi pasca banjir bandang terjadi. Sampah lumpur dan limbah banjir masyarakat tak sedikit diletakkan di pinggir jalan seperti yang terlihat di Jalan Dendengan Luar.
"Macetnya baru sekarang saja. Pas sudah banjir," ungkap Fadli.
Meski gelap, warga masih tetap beraktivitas seperti biasa. Ada yang sekefar nongkrong di pinggir jalan, ada pula yang makan di kawasan puncak Manado. Hingga pukul 22. 10 WITA, masih nampak warga hilir mudik dengan berjalan kaki atau berkendara.
(bil/fdn)











































