"Sudah clear, jadi tadi sudah diputus kita ingin clear. Sudah ada nomenklatur yang jelas. Bisanya Rabu paripurna, langsung pengesahan langsung clear, dan (disampaikan) Kemendagri," kata Ferrial Sofyan di gedung DPRD DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2014).
Menurut Ferrial, pembahasan RAPBD itu tidak ada yang mandeg di DPRD, namun beberapa perubahan membutuhkan penyesuaian terkait optimalisasi sisa anggaran lalu atau Silpa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anggaran kita Rp 67 triliun, tapi di tengah jalan ada silpa Rp 2,5 triliun jadi Rp 69 triliun. Di tengah jalan ditambah lagi Rp 2,5 triliun," paparnya soal larutnya pembahasan.
Karena ia tak ingin DPRD menjadi pihak yang disalahkan atas lambatnya pengesahan RAPB DKI 2014. Bahkan hingga siang tadi badan anggaran masih membahas beberapa perubahan item.
"Tadi kita rapat antara banggar dengan tim anggaran Pemda, anggaran ini penting. Tadi baru kita konfirmasi lagi mengenai beberapa perubahan item kegiatan yang diusulkan gubernur seperti pengerukan waduk Ciawi, pembebebasan tanah RT Rp 3,5 triliun," ujarnya.
"Artinya, APBD yang belum selesai ini bukan karena ditahan saya," imbuh Ferrial.
(bal/rmd)











































