Hal tersebut terungkap dalam rekaman pembicaraan telepon antara Fahd dengan Abdul Karim, Sesditjen Bimas Islam Kemenag. Percakapan itu terjadi pada 29 September 2011 silam.
"Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh," ujar Fahd mengawali pembicaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya Fahd A Rafiq staf khususnya Pak Priyo Budi Santoso, yang kemarin," ujar Fahd mengawali pembicaraan.
"Ya?" Abdul Karim bertanya.
"Saya Fahd yang ketemu di ruang Pak Dirjen waktu itu. Staf khususnya Pak Priyo," Fahd mengulangi.
Dalam kontak telepon ini, Fahd mengaku baru saja ditelepon oleh Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar, untuk menghubungi Abdul Karim. Fahd menyampaikan soal salah satu perusahaan yang menjadi kompetitor lelang proyek Alquran.
Menurut Fahd, sebaiknya proyek Alquran digarap oleh perusahaan yang dimiliki oleh muslim. Keduanya akhirnya bertemu di ruang Abdul Karim.
"Setelah dia datang ke saya. Saya panggil ULP. Saya persilakan dengan ULP. Karena saya tidak ada kaitan dengan itu," ujar Abdul Karim ketika dikonfirmasi mengenai pertemuannya dengan Fahd setelah terjadinya pembicaraan telepon.
(/rmd)










































