"Awalnya banjir cuma selutut saja, biasa lah kalau itu. Tapi semalam airnya naik hingga leher. Kami terpaksa mengungsi," ujar salah seorang warga Komplek KFT A Chung (40) di Komplek KFT, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (20/1/2014).
Sebagian warga Komplek ini pun mengungsi di SMP-SMA Katolik Kristo yang terletak di depan Komplek. Sebagian lainnya memilih mengungsi di apartemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aliran listrik di komplek KFT pun dipadamkan karena banjir. Selain itu listrik di Komplek Taman Palem Lestari yang berbatasan dengan Komplek KFT juga dipadamkan.
"Padahal rumah saya nggak kebanjiran seperti KFT. Tapi ikut dimatiin (listriknya) dari hari Jumat. Berarti kalau KFT banjir seminggu, tempat saya juga mati seminggu listriknya," kata warga Taman Palem Lestari Monika (35).
Sebenarnya di tengah Komplek KFT telah dibangun sebuah waduk. Waduk tersebut dibangun berbarengan dengan pembangunan Komplek KFT karena letaknya lebih rendah dari Komplek Taman Palem Lestari.
"Tapi percuma kalau air dari Komplek Taman Palem dialiri ke situ. Kalau musim hujan tetap saja banjir. Harusnya dialiri juga ke saluran air depan Seribu Ruko. Harusnya dulu developer-nya Seribu Ruko juga membuat saluran air," tutur Monika.
Seribu Ruko terletak di sebelah timur Komplek KFT. Kompleks ruko tersebut pun tergenang air setinggi 50 cm.
(bag/rmd)










































