"Saya kira ini karena mereka melihat perkembangan kita dalam mendiseminasi info peringatan dini tsunami ke 22 negara di Lautan Hindia. Sekarang, semua informasi tsunami dapat kita informasikan dalam lima menit," ujar Kepala BMKG Andi Eka Sakya di kantornya, Jl Angkasa I, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2014).
Ke-13 staf pilihan yang berlatih di BMKG tersebut merupakan utusan dari Directorate General of Metereology and Air Navigation (DGMAN) Public Authority for Civil Aviation (PACA) yang disponsori UNESCO. BMKG akan melatih mereka selama dua pekan dengan materi pengoperasian sistem peringatan dini tsunami, cuaca ekstrim, dan iklim ekstrim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oman juga merupakan negara dengan potensi rawan tsunami. Mereka berniat meningkatkan kemampuan dalam menanggulangi bencana yang diakibatkan pergerakan lempeng bumi di laut itu.
(dnu/rmd)











































