"Kota mulai ramai sejak hari Minggu kemarin. Sebelumnya sepi," kata salah satu warga Manado, Faisal, kepada detikcom, Senin (20/1/2014).
Geliat warga Manado memang sudah terlihat. Jalan protokol mulai dipadati kendaraan seperti yang terlihat di jalan Martadinata. Bahkan sempat terjadi kemacetan yang cukup panjang sepanjang jalan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa warga masih mendirikan tenda posko banjir di pinggir jalan sambil meletakkan kardus atau kaleng untuk pengendara yang ingin menyumbang.
Para PNS provinsi dan kota juga sudah mulai beraktivitas. Meski begitu, kantor walikota Manado, jalan Balai Kota masih ditempati para pengungsi.
Begitupun dengan kegiatan berdagang masyarakat. Beberapa toko kelontong dan retail sudah mulai berjualan. Namun, masih juga ada bangkai mobil yang rusak karena terbawa arus.
Sebagian warga sudah mulai kembali ke rumahnya untuk berbenah. Mereka masih berupaya membersihkan rumahnya dari lumpur yang melengket di dinding dan lantai mereka.
Namun, tak sedikit warga yang tinggal di pinggir sungai Tondano, masih harus tinggal di posko pengungsian untuk waktu yang lama. Itu disebabkan rumah mereka habis dihempas air dari sungai Tondano yang arusnya sangat deras.
(mnb/gah)










































