Berkat KBT, HII Kelapa Gading Dulu Banjir Seleher Kini Semata Kaki

Berkat KBT, HII Kelapa Gading Dulu Banjir Seleher Kini Semata Kaki

Niken Widya Yunita - detikNews
Senin, 20 Jan 2014 13:55 WIB
Berkat KBT, HII Kelapa Gading Dulu Banjir Seleher Kini Semata Kaki
Foto: Benni/pembaca
Jakarta -

Bagi Benni, banjir sudah biasa dia alami setiap tahun. Namun sejak Kanal Banjir Timur (KBT) tersambung dengan muara laut di Marunda, banjir di tempat tinggalnya yaitu di kompleks PT Hotel Indonesia International (HII) Kelapa Gading Timur, Jakarta Timur, tidak separah dulu lagi.

Benni mengisahkan, dirinya sejak kecil tinggal di kompleks itu. Jadi dia memahami karakteristik banjir di Kelapa Gading.

"Dari tahun 1973 kebanjiran terus. Tahun 2012 sudah nggak banjir. Sabtu 18 Januari 2014 banjir tapi cuma semata kaki, biasanya kalau banjir seleher," ujar Benni, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (20/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Benni, di Pulomas, Kayu Putih, Pedongkelan juga sudah tidak banjir parah lagi. Sedangkan yang terendam banjir di Kelapa Gading pada Sabtu lalu yakni kawasan yang tidak ada resapan air.

"Sabtu (18/1/2014) lalu daerah di Mall of Indonesia (MOI) banjir, kita cuma semata kaki banjirnya. Biasanya kalau MOI semata kaki, kita seleher," kata karyawan swasta yang bekerja di Tangerang itu.

Biasanya saat banjir seperti pada 2007 lalu, air surut setelah 5 hari. Namun pada Sabtu (18/1/2014) lalu, air dapat surut hanya dalam waktu 2 jam.

KBT dibangun untuk menampung aliran Kali Ciliwung, Kali Cililitan, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, dan Kali Cakung, sebagai upaya menanggulangi banjir rutin di Jakarta. Namun KBT belum tersambung dengan Kanal Banjir Barat (KBB) karena kendala pembebasan lahan sehingga masih banyak kawasan yang kebanjiran. Sebagai solusi, sebagian KBT akan berupa terowongan bawah tanah.

(nwy/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini