Produk Ekspor UKM Maluku Belum Tembus Pasar Internasional
Selasa, 30 Nov 2004 08:18 WIB
Ambon - Produk ekspor Usaha kecil Menengah (UKM) Maluku, hingga saat ini belum dapat menembus pasar internasional, begitupun dari segi ekspor. Hal ini dibuktikan dengan data ekspor Maluku pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku.Menyikapi problema ini, Kadisperindag, Burhan Banjar kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa pagi (30/11/2004) berjanji akan berupaya semaksimal mungkin agar ke depan komoditi ekspor UKM yang tersebar di Maluku dan memiliki nilai jual tinggi dapat menembus pasaran internasional."Memang hingga kini produk UKM belum dapat menembus pasaran manca negara, namun kami sedang menyusun rencana strategis yang dapat membantu ekspor produk UKM tersebut. Apalagi dari segi kualitas produk maupun nilai estetikanya sangat tinggi. Contohnya seperti kerajinan kerang-kerangan di desa Batu Merah kota Ambon, begitupun hasil rempah-rempah masyarakat maupun produk lainnya," papar Burhan.Dikatakannya sejak dulu, Maluku mempunyai ekspor UKM yang sangat diminati kalangan internasional, seperti cengkih, pala, fulli, kopra dan sebagainya. "Sayangnya semuanya terhenti seketika saat konflik. Kami akan memacu kembali dan meyakinkan eksportir kita yang dulunya ada di Maluku," ujarnya.Disinggung jaminan keamanan terhadap para eksportir, Burhan menegaskan, masalah keamanan sudah dibicarakan dan menjadi perhatian khusus. "Bagaimana orang mau berusaha jika keamanan tidak terjamin," imbuhnya lagi.Sementara itu Hi Ahmad Waliulu, seorang pengusaha cengkih meminta perhatian serius pihak Disperindag terhadap soal ekspor para pengusaha kecil dan menengah. "Sudah jelang lima tahun, ekspor rempah-rempah terhenti dan sangat berdampak terhadap daya beli pengusaha ke masyarakat. Untuk itu, persoalan harus menjadi perhatian serius pemerintah, terutama Disperindag," pintanya.
(dit/)











































