JK dan rombongan PMI dari Jakarta tiba di Menado pukul 10. 30 WITA. Ia langsung melakukan koordinasi dengan Gubernur Sulawesi Utara, SH Sarundajang. Dari Sarundajang dketahui pasca banjir, warga membutuhkan pasokan air bersih untuk membersihkan barang-barang.
"Yang paling penting sekarang air bersih pak," kata Sarundajang pada JK di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Senin (20/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang jalan masih terlihat bekas-bekas terpaan banjir bandang di rumah dan pertokoan milik warga. Karena masih dalam masa pembersihan, tumpukan sampah bercampur lumpur masih terlihat di pinggiran jalan.
Dengan mengenakan sepatu boot dan baju PMI, JK menyambangi rumah-rumah warga korban banjir. Ia menyusuri lorong-lorong yang masih ditutupi lumpur.
"Ini kita benar-benar butuh air bersih," kata JK di lokasi warga.
Sesekali ia menyapa warga yang sedang membersihkan rumahnya yang lantainya penuh dengan lumpur.
"Gimana Bu? Keluarga selamat semuanya? Apa lagi yang kurang?" tanya Jusuf Kalla pada warga.
"Kita kekurangan air bersih Pak buat membersihkan karena ini kan banyak kumannya," ungkap Unce (51).
Sepanjang jalan tertutup lumpur dan ada bau busuk yang menyengat. Kampung banjir adalah kampung pertama yang terkena banjir bandang pada hari Selasa (15/1) lalu. Banyak rumah yang berada di pinggiran sungai luluh lantak disapu arus air. Saat banjir, ketinggian air di kampung ini mencapai 3 meter.
(mnb/gah)










































