Banjir yang menggenangi kawasan elit Kelapa Gading menjadi kesempatan emas bagi sejumlah pedagang dan penarik delman untuk meraup rejeki. Namun karena jumlah mereka cukup banyak, tak ayal Bundaran Kelapa Gading yang menjadi tempat kumpul mereka menjadi kotor.
Pantauan detikcon, Minggu (19/1/2014), belasan penarik delman menawarkan jasa kepada warga setempat yang tak ingin kakinya kedinginan lantaran terendam banjir. Mereka mematok tarif mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 50.000.
"Ya lumayan, dari Sabtu (18/1) kemarin sampai sekarang ada Rp 500 ribu," tutur salah seorang penarik delman, Tani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di sisi sebelah timur bundaran, berkumpul belasan pedagang makanan bergerobak dan pedagang asongan yang menawarkan rokok dan kopi. Sayangnya, mereka kurang memperhatikan lingkungan sehingga sampah-sampah plastik berserakan dan beberapa telah menumpuk di belakang gerobak mereka.
Warga setempat atau pengendara yang beristirahat sejenak di bundaran ini juga kurang menyadari lingkungan. Mereka menginjak rumput taman bundaran dan membuang sampah di mana saja mereka suka. Pemandangan ini terjadi di tengah banjir yang mengepung Kelapa Gading.
"Istirahat sebentar, minum kopi. Habis bingung mau ke Priok lewat mana lagi, ada kerjaan," kata salah satu pengendara motor bernama Dito yang langsung meninggalkan gelas kopi kosong miliknya di tengah Taman Bundaran.
Delman menjadi transportasi alternatif terutama untuk wilayah-wilayah yang tergenang banjir saat ini di Jakarta. Seperti informasi yang disampaikan pembaca detikcom, Ano Cayani dari Kelapa Gading. Warga di kawasan tersebut banyak memanfaatkan jasa delman untuk melintas di atas genangan banjir.
(vid/rmd)










































