Mutiara Ditemukan di WC Kereta Api Ekonomi

Mutiara Ditemukan di WC Kereta Api Ekonomi

- detikNews
Selasa, 30 Nov 2004 05:43 WIB
Jakarta - Anak bagi sebagian besar manusia adalah sebuah berkah, sehingga orangtua akan bersuka cita bila mendapatkan seorang anak. Tetapi tidak bagi orangtua Mutiara, sesaat setelah dilahirkan dia diletakan orangtuanya di WC kereta api ekonomi jurusan Palembang-Bandarlampung.Peristiwa itu terjadi pada 1 Februari 2002 yang lalu. Kini Mutiara menjadi balita yang cantik. Meskipun ada kekurangan yang diderita anak ini, dia belum mampu berjalan dan bicara sepotong kata pun."Saya telah berobat ke mana saja. Dari dokter hingga orang pintar. Tapi, saya tetap yakin anak saya ini akan segera dapat bicara dan berjalan," kata Malidi, orangtua angkat Mutiara, kepada detikcom, Senin (29/11/2004), sambil memangku Mutiara saat duduk di lorong antargerbong.Malidi, mantan polisi khusus kereta api ini, mengaku mendapatkan Mutiara saat dia mengawal kereta api ekonomi Ekspress dari Stasiun Kereta Api Kertapati, Palembang, menuju Stasiun Bandarlampung, Lampung, pada 1 Februari 2002 lalu.Saat ditemukan, pusar Mutiara belum dipotong dan tubuhnya dipenuhi rumput alang-alang. Dia diletakan di dalam kotak kardus dan diletakan di dalam sebuah WC di kereta. Kuat dugaan Mutiara dilahirkan di semak-semak dan dibuang orangtuanya di WC kereta itu."Saya yakin ini adalah pemberian Tuhan. Sebab saat itu saya tinggal beberapa bulan lagi pensiun," ujar bapak asal Surabaya, yang baru mengunjungi anaknya di Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumsel.Mata Mutiara tampak menerawang saat mendengar cerita bapaknya itu. Sayang dia tak mampu apa yang ingin dikatakannya. Dia hanya tertawa saat sang bapak mengatakan ini anak bungsunya yang cantik. Malidi dan istrinya, Puji Astuti, telah dikarauniai empat anak. Anak bungsu kandungnya saat ini tengah kuliah."Sebenarnya kami masih mau berusaha mengobati Mutiara yang kemungkinan besar saat di kandungan telah diracuni ibunya. Tapi, ya, saya nggak punya uang lagi. Wong pensiunan," demikian Malidi. (dit/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads