"Banjir terjadi di 2 lokasi, di Sirenja merendam lebih dari 200 rumah atau 3 desa dan menyebabkan 1 jembatan putus di Dampal Sindue (jalur Palu ke Toli toli terhambat). Lokasi kedua di Wani 3 Labuhan yang merendam lebih dari 100 rumah," kata Kapolres Donggala AKBP Guruh Arif Darmawan kepada detikcom, Sabtu (18/1/2014).
Menurut Arif, banjir itu terjadi sejak hari Kamis (16/1) lalu. Banjir di Sirenja saat ini sudah mulai surut sementara di Wani Labuhan masih terendam. "Tadi malam kita evakuasi masyarakat untuk mengungsi, ketinggian air 1 meter lebih," ujarnya.
"Laporan terakhir 1 rumah hanyut atasnama Haji Ahmad Indra Jaya di dusun 3 Wani Labuhan Donggala dan 1 sepeda motor hanyut," imbuh Arif.
Tak hanya banjir, tanah longsor juga terjadi di dua lokasi di Donggala pada Jumat (17/1) malam tadi. Yaitu di Enu Sindue Donggala yang menutup jalur Palu ke Toli Toli dan Kebon Kopi Labuhan Donggala yang menutup jalur Palu ke Parigi.
"Saat ini jalan sudah normal kembali dilakukan pengerukan oleh PU Provinsi Sulteng. 2 SSK Kepolisian dipimpin Kapolres Donggala diturunkan mengamankan lokasi banjir dan membersihkan sisa-sisa banjir di fasilitas umum terutama sekolah dan tempat ibadah," ucapnya.
(bal/)











































