Akses menuju stasiun Poncol dan Tawang tergenang setinggi mata kaki hingga lutut orang dewasa.
Di stasiun Poncol, air masuk hingga area parkir. Penumpang harus menerjang genangan air untuk masuk ke dalam stasiun. Salah satunya, Anik yang akan membeli tiket menuju Tegal. Ia menyayangkan situasi tersebut karena rutin terjadi jika hujan lebat turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi serupa terjadi di akses menuju stasiun tawang. Ketinggian air di kawasan kota lama itu sempat mencapai lutut orang dewasa.
Kepala Humas PT KAI Daops IV, Eko Budiyanto, tidak ada jadwal kereta yang terlambat karena rel tidak tergenang.
Karena akses menuju stasiun Tawang terendam, kata dia, KA Fajar sempat berhenti selama lima menit lebih lama untuk menunggu penumpang yang kesulitan menuju stasiun itu.
"Di depan Tawang sempat banjir setinggi lutut dan membuat KA Fajar menunggu penumpang selama lima menit. Kasihan juga penumpangnya, kan," ujar Eko.
Selain itu kereta api dari Semarang juga diterapkan Berhenti Luar Biasa (BLB) yaitu kereta yang berhenti di Tawang juga diberhentikan di Poncol agar penumpang bisa naik dari Poncol yang aksesnya lebih mudah dilalui.
"Yang naik dari Tawang bisa naik dari Poncol yang ke arah Jakarta sampai akses jalan raya menuju stasiun bisa dilalui. Ini sudah disiarkan melalui radio. Jika hujan seperti ini masih terjadi sampai malam, maka BLB juga masih dilakukan," terang Eko.
Hingga siang ini, hujan masih mengguyur Semarang. Dari pantauan detikcon jalan utama yang tergenang adalah jalan di kawasan Genuk menuju Kaligawe, kemudian Jalan Kaligawe di dekat rel kereta, lalu di kawasan kota Lama antara lain Bubakan, Stasiun Tawang, Kantor Pos Besar hingga Jalan Imam Bonjol.
Sementara itu di kawasan Tlogosari Semarang, banjir juga masih menggenangi jalan dan rumah-rumah yang ada di sana. Lokasi tersebut sering menjadi langganan banjir jika hujan turun dengan deras.
(alg/aan)











































