Anulir Sikap, Kiai Kultural NU Ajukan KH Sahal - Gus Mus
Selasa, 30 Nov 2004 00:25 WIB
Solo -
Setelah semula mengajukan pasangan Gus Dur dan Gus Mus sebagai Rais Am dan Ketua Umum PBNU periode 2004 - 2009, Senin (29/11) kiai kultural NU sepakat mengajukan pasangan KH Sahal Mahfudh dan Gus Mus. Sikap tersebut dikatakan sebagai hasil final.Perubahan itu diungkapkan oleh Tuan Guru Turmudzi Badruddin sesuai pertemuan limabelas kiai kultural NU dengan Gus Dur di Hotel Novotel Solo, Senin (29/11/2004) malam hingga menjelang dinihari. Acara digelar setelah pertemuan para kiai dengan KH Sahal. Menurutnya, para kiai sepuh telah menemui KH Sahal dan Gus Mus untuk menyampaikan sikap dukungan tersebut."Tadi kita sudah bertemu Ki Sahal (Mahfudh). Sebelumnya juga sudah bertemu Gus Mus dan beliau bersedia. Alhamdulillah. Hasil itu kita sampaikan ke Gus Dur dan beliau juga bisa menerimanya," ujar Tuan Guru Turmudzi kepada wartawan usai pertemuan.Dengan adanya perubahan itu, lanjutnya, maka secara otomatis merubah sikap para kiai dan warga NU yang sebelumnya mendukung Gus Dur untuk maju sebagai Rais Aam.Gus Dur tidak bisa dimintai konfirmasi tentang hasil pertemuan. Namun orang kepercayaan Gus Dur yang tidak bersedia disebut namanya membenarkan pernyataan Tuan Guru Turmudzi. "Sejak awal Gus Dur memang tidak ada ambisi apapun. Beliau memang sejak awal memperjuangkan Kiai Sahal dan Gus Mus untuk memimpin NU lima tahun kedepan," ungkapnya.Hal serupa juga dikuatkan oleh KH Zaim Achmad Ma'shum, ketua Asosiasi Pesantren NU se-Jateng yang ikut dalam pertemuan. Menurutnya hasil pertemuan malam ini adalah hasil final. "Sikap-sikap kami yang kemarin dan tadi siang itu hanyalah pengantar menuju inti. Intinya ya hasil pertemuan malam ini," katanya tegas.Lebih lanjut Tuan Guru Turmudzi enggan memberikan tanggapan mengenai pandangan umum PWNU-PWNU yang mencalonkan kembali Hasyim Muzadi sebagai Ketua Umum PBNU. Dalam pemilihan nanti PWNU dan PCNU yang memiliki suara sedangkan para kiai kultural yang berada di luar struktur tidak memilikinya.Untuk persoalan tersebut, tokoh NU kharismatik dari Bagu, Lombok, tersebut hanya mengatakan, "Saya tidak tahu dan tidak mau mengatakan yang disana (yang terjadi di arena muktamar). Yang saya sampaikan ya yang di sini yang baru saja saya ikuti, hasilnya seperti itu. Tapi nanti setelah dijelaskan oleh teman-teman, mereka (para pemilik hak suara) juga akan mengerti," lanjutnya.Sedangkan Gus Zaim masih tetap yakin semua persoalan akan berakhir dengan happy ending. Dia juga masih yakin ada perubahan sikap para muktamirin yang hingga saat ini sebagian besar masih mendukung Hasyim Muzadi. "Semua masih mungkin terjadi dan semua masih mungkin tidak terjadi," ujar cucu KH Ma'shum Lasem, salah satu pendiri NU tersebut.
(dit/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































