Saat detikcom menyambangi lokasi, Sabtu (18/1/2014), ada sekitar 3 gerabok pengangkut motor di kawasan Jalan Gunung Sahari. Ketinggian air di kawasan ini yang menggenangi jalan cukup tinggi mencapai 50 Cm.
Salah satu penarik gerobak pengangkut motor, Dewo (22) menuturkan, usahanya ini hanya ada di kala terjadi banjir. Harga yang ia tawarkan variatif, antara mengangkut motor dan orang dibedakan harganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedang Fani seorang pengguna gerobak pengangkut motor menuturkan, harga yang dipatok ini standar. Tentu lebih murah daripada motor harus ke bengkel karena menerjang banjir.
"Harga Rp 30 ribu standar sih, daripada maksain naik motor malah mogok nanti servicenya lebih mahal lagi," jelasnya.
Sementara itu, tanggapan warga rupa-rupa soal keberadaan tukang pengangkut gerobak motor ini. "Saya dari Hotel Mercure mau ke Hotel Amaris, Melihat banjir yang begitu tinggi saya menggunakan gerobak untuk menghindari banjir, hanya bayar Rp 20 ribu," terangnya.
Namun tak sedikit yang mengeluhkan mahalnya biaya angkut itu. "Mahal nih," terang Amelia.
(ndr/gah)











































