"Sebetulnya saya stress karena takut sahabat-sahabat tidak akan kan baca buku ini, karena tebalnya," ujar SBY di peluncuran bukunya di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (17/1/2014).
Tetapi SBY diyakinkan sahabat-sahabatnya, ketebalan buku bukanlah hambatan seseorang untuk membaca. Selama memiliki bahasa yang mudah dicerna, maka buku tetap menyenangkan untuk dibaca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY juga mengatakan buku ini diperuntukkan bagi pecinta demokrasi. Pembaca yang ingin mengetahui buku ini haruslah membaca secara keseluruhan. Bila membaca sebagian saja, sambil bercanda, SBY menyebut hal itu sama saja dengan tebang pilih.
"Siapapun bebas memilih memilih membaca atau tidak, memilih membaca sebagian namanya tebang pilih atau memilih membaca keseluruhannya. The choice is yours," ujarnya.
(rvk/tor)











































