"Orang-orang kok tiba-tiba berhamburan? Kok ada suara gemuruh? Saya cuma bisa diam saja," kata Mad Yasin di rumahnya, Jl Pulo Besar, Sunter Jaya, Jakarta Utara, RT 3/9, Jumat (17/1/2014).
Mad bertempat tinggal di sebuah rumah berlantai tiga yang mepet dengan titik longsor. Beruntung, rumahnya yang bercorak hijau itu nampak masih gagah tak terkena longsor. Rumah Yasin yang dibangun sejak 2009 itu bercat oranye.
Sesaat menjelang longsor, Mad berniat memanaskan sepeda motor guna mengantar anaknya pergi sekolah pada pukul 05.30 WIB pagi tadi. Kemudian, Mad mendengar sayup-sayup suara orang berlarian. Suasana tambah panik ketika Mad tahu orang-orang berhamburan karena mendengar suara gemuruh yang kian jelas.
"Itu mau mengantarkan anak. Saya diam saja, kemudian saya pikir rumah saya masih aman, saya tidak ikut keluar," kata Mad.
Meski rumahnya dinilai aman, namun Mad ternyata ngeri juga. Dia terlihat mengemasi barang-barang karena hendak mengungsi, khawatir kalau-kalau longsor bisa meluas sampai rumahnya.
"Sekarang ada rencana mau ngungsi, tapi nggak tahu mau ke mana," tandas Mad.
Kini, longsoran masih menganga. Padahal jalan longsor itu merupakan akses utama warga menuju Jalan Yos Sudarso. Mad ikut menduga, PT Sinar Graha Lestari (SGL) ikut berkontribusi terhadap longsor ini. Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Utara Heru Budi Hartono meminta agar pihak P2B melakukan penyelidikan terhadap PT SGL.
(dnu/asy)











































