Onal Sumakul (26) ikut berlari mencari tempat tinggi karena melihat warga lainnya sudah berlarian sambil berteriak air laut sudah naik.
"Saya ikut lari saja, apalagi mereka lari sambil membawa anak dan bungkusan pakaian," ujarnya Sumakul di antara kerumunan warga yang sedang berlarian.
Informasi yang dihimpun detikcom, isu tsunami mulai beredar melalui pesan Blackberry Mesengger (BBM) dan dari mulut ke mulut sekitar pukul 14.05 WITA. Tidak jelas siapa sumbernya. Warga panik dan berlarian menuju Jalan Diponegoro dan Jalan Toar untuk bisa ke kawasan Teling Atas yang berada di ketinggian.
Sempat terjadi kemacetan selama 30 menit karena kendaraan roda dua dan empat tidak saling mengalah karena ingin cepat sampai di kawasan yang lebih tinggi.
Isu ini kemudian berhasil diredam setelah aparat kepolisian menyisir kawasan Boulevard dengan menggunakan mobil patroli dan memberitahukan tidak ada tsunami.
Sementara Wakil Walikota Manado melalui pesan BBM kepada detikcom mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak panik. "Warga Manado harap tenang, tidak ada tsunami," kata Mangindaan.
(trw/trw)











































