"Asal dia (sopir) mesti dilatih. Dia kan suka asal-asalan keluar masuk seenaknya. Kalau kamu di tengah-tengah keluar seenaknya kan bikin macet. Jadi dia harus masuk jalur busway dari awal. Bukan masuk ditengah-tengah," kata pria yang akrap disapa Ahok ini di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (17/1/2014).
Rencana bus pariwisata masuk jalur TransJakarta ini sebenarnya sudah boleh diterapkan. Namun, Ahok menyatakan Dinas Perhubungan-lah yang terlambat mengedarkan surat edaran.
"Bukan hanya rencana. Sudah kita suruh. Cuma kita harus kasih tahu merekanya. Sekarang juga sudah mulai masuk sebenarnya. Tapi si Dishub sampa sekarang belum ngasih surat edaran ke bawah," ungkapnya.
"Kita juga pengen bus-bus pegawai masuk. Supaya busway itu lebih maksimal dipakai. Ngurangin jumlah bus itu kan," lanjutnya.
Ahok mengaku tahu peristiwa sopir bus pariwisata yang dimarahi petugas Transjakarta karena masuk busway saat macet menggila di jalan Sudirman, Rabu (15/1/2014). Ahok membenarkan langkah petugas tersebut yang memarahi sopir yang nyelonong masuk jalur TransJakarta karena tak ingin bermacet-macetan.
"Dia juga ngaco. Masuknya bukan dari lampu merah. Tapi karena macet, bus masuk di tengah-tengah. Saya tahu kejadian itu. Pas macet nih, dia langsung motong kanan. Itu berbahaya. Itu juga bikin macet tuh. Mau masuk harus dari ujung ke ujung," pungkasnya.
(mnb/)











































