"Selain itu juga akan dilakukan peninggian badan jalan satu meter untuk menghindari terjadinya limpasan aliran air baik di sisi utara maupun sisi selatan," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU, Danis H Sumadilaga dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (17/1/2014).
Danis menuturkan, terkait proses perbaikan tersebut maka akan dilakukan penutupan jalan selama 10 hari ke depan. Selama periode penutupan tersebut, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah IV akan membongkar badan jalan dan gorong-gorong yang terbuat dari Aramco.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah selesai tahapan di atas, pekerjaan akan dilanjutkan melakukan perkerasan badan jalan yang diperkirakan akan berlangsung selama 17 hari. Proses perbaikan tersebut diestimasi akan membutuhkan dana sebesar Rp 2,5 miliar untuk satu sisinya.
Selama masa penutupan jalan tersebut, sebagian lalu lintas kendaraan akan dialihkan melalui jalan Jati Padang kemudian berbelok ke jalan Ragunan Raya menuju Pasar Minggu. Sebagian lagi diusulkan pengalihan melalui Jalan Tol Lingkar Luar (JORR).
Asal mula putusnya ruas jalan TB Simatupang tersebut karena peningkatan debit air sehingga gorong-gorong yang ada di bawah jalan TB Simatupang tidak mampu menampung aliran air dari Kali Sarua yang menuju Kali Mampang.
Derasnya aliran air mengakibatkan timbunan badan jalan sisi utara di atas gorong-gorong yang terbuat dari Aramco tergerus. Hal ini menyebabkan perkerasan jalan di sisi utara menggantung dan sangat membahayakan bagi pengguna jalan.
"Sementara untuk kondisi perkerasan jalan di sisi selatan masih cukup aman dari gerusan air," pungkasnya.
(asp/gah)











































