Ganti Gorong-gorong, Jalan Depan Graha TB Simatupang Ditutup 10 Hari

Ganti Gorong-gorong, Jalan Depan Graha TB Simatupang Ditutup 10 Hari

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 17 Jan 2014 13:33 WIB
Ganti Gorong-gorong, Jalan Depan Graha TB Simatupang Ditutup 10 Hari
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menangani kerusakan akibat banjir pada ruas Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Penanganan dilakukan melalui penggantian gorong-gorong Aramco yang rusak dengan box culvert berukuran 2x2 meter.

"Selain itu juga akan dilakukan peninggian badan jalan satu meter untuk menghindari terjadinya limpasan aliran air baik di sisi utara maupun sisi selatan," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU, Danis H Sumadilaga dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (17/1/2014).

Danis menuturkan, terkait proses perbaikan tersebut maka akan dilakukan penutupan jalan selama 10 hari ke depan. Selama periode penutupan tersebut, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah IV akan membongkar badan jalan dan gorong-gorong yang terbuat dari Aramco.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita juga akan memasang pondasi dan gorong-gorong box culvert-nya," ungkap Danis.

Setelah selesai tahapan di atas, pekerjaan akan dilanjutkan melakukan perkerasan badan jalan yang diperkirakan akan berlangsung selama 17 hari. Proses perbaikan tersebut diestimasi akan membutuhkan dana sebesar Rp 2,5 miliar untuk satu sisinya.

Selama masa penutupan jalan tersebut, sebagian lalu lintas kendaraan akan dialihkan melalui jalan Jati Padang kemudian berbelok ke jalan Ragunan Raya menuju Pasar Minggu. Sebagian lagi diusulkan pengalihan melalui Jalan Tol Lingkar Luar (JORR).

Asal mula putusnya ruas jalan TB Simatupang tersebut karena peningkatan debit air sehingga gorong-gorong yang ada di bawah jalan TB Simatupang tidak mampu menampung aliran air dari Kali Sarua yang menuju Kali Mampang.

Derasnya aliran air mengakibatkan timbunan badan jalan sisi utara di atas gorong-gorong yang terbuat dari Aramco tergerus. Hal ini menyebabkan perkerasan jalan di sisi utara menggantung dan sangat membahayakan bagi pengguna jalan.

"Sementara untuk kondisi perkerasan jalan di sisi selatan masih cukup aman dari gerusan air," pungkasnya.

(asp/gah)


Berita Terkait