3 Pengakuan Aneh Nining Usai 'Eksekusi' Suami Pakai Linggis

3 Pengakuan Aneh Nining Usai 'Eksekusi' Suami Pakai Linggis

- detikNews
Jumat, 17 Jan 2014 08:35 WIB
3 Pengakuan Aneh Nining Usai Eksekusi Suami Pakai Linggis
Jakarta -

Salaman dan Minta Maaf

Sebelum memukul suami dengan linggis, Nining mengaku sempat meminta maaf. Tidak dijelaskan apa respons suaminya terkait permintaan maaf itu. Yang jelas, sebagaimana disebutkan Nining, sang suami pasrah dengan apapun yang akan diterimanya.

Amar duduk di ranjang dengan kepalanya dibungkus sarung. Kemudian Nining menghantamkan linggis ke kepala suami hingga tewas. "Sebelumnya, saya sempat salaman, meminta maaf," ujar Nining di Mapolsek Pasirwangi, Kamis (16/) kemarin.

Benarkah pengakuan Nining?

Gendong Anak

Di hadapan polisi, Nining bercerita bahwa pembunuhan terhadap suaminya disaksikan sang anak yang berusia 2 tahun. Tangan kanan Nining memegang linggis, sedangkan tangan kirinya menggendong anak.

"Saya pukul dengan linggis. Tangan kiri saya menggendong anak yang terus menangis," kata Nining.

Keterangan yang dihimpun polisi, tetangga tidak mendengar apapun saat kejadian. Hanya satu dua orang yang mendengar suara tangisan anak. Namun mereka sama sekali tidak menyangka itu adalah tangisan kehilangan ayah.

Kepasrahan Amar

Amar disebut-sebut pasrah setelah menjelaskan uang hasil penjualan kol yang dimasalahkan istrinya, Nining. Ujung cekcok, Amar siap dihukum apapun.

"Jadi kalau di Sunda, ada istilah mangga dek dikukumaha oge abdi pasrah (silakan mau diapa-apakan juga saya pasrah) yang disampaikan Amar sebelum tewas," ungkap Kapolsek Pasirwangi AKP Hermansyah menirukan ucapan Nining.

Benarkah Amar pasrah dan rela mati hanya untuk mempertahankan jawabannya soal penjualan kol?

Polisi menjerat Nining dengan pasal 351 ayat 3 subsider 338 KUHP. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.
Halaman 2 dari 4
(try/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads