"Kami minta 2 pesawat Cassa didatangkan untuk mengoptimalkan modifikasi cuaca," kata Kepala UPT Hujan Buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Heru Widodo saat dihubungi, Rabu (15/1/2014) malam.
BPPT bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah dua kali menjalankan proyek dengan menebar garam sebanyak 5,4 ton. "Pada demo hari pertama 1,8 ton dan hari kedua 3,6 ton," sebutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Modifikasi cuaca menggunakan dua metode yakni mempercepat proses awan menjadi hujan yang bergerak ke arah Jakarta dan sekitarnya dan membuat awan tidak menjadi hujan.
Namun diakui, dua kali melakukan penyemaian, hasilnya belum terlihat. "Kita belum masuk puncak musim hujan, awan barat daya bertubi-tubi masuk ke wilayah daratan. Ibarat kita perang, peralatan kita belum komplit," imbuhnya.
Heru meyakini dengan modifikasi cuaca, intensitas curah hujan dapat berkurang hingga 35 persen. Tapi pekerjaan utama di daratan seperti perbaikan gorong-gorong, normalisasi waduk dan sungai paling berdampak terhadap muncul tidaknya genangan air.
"Kami kendalikan aspek awan di udara,kita hanya pelengkap," tuturnya.
(fdn/asp)










































