"Benar, KM Jaya Utama II membawa 10.400 tabung 3 kg beserta isinya (elpiji) tenggelam dan karam di sekitar Tanjung Batu, Berau," kata External Relation PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI Kalimantan, Rudy Biantoro, saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (15/1/2014) malam.
Rudy menerangkan, sebelum karam pada Minggu (12/1/2014) lalu, air laut terlebih dahulu masuk kedalam kapal akibat gelombang tinggi. Pompa air di dalam kapal yang digunakan ABK, tidak mampu mengatasi masuknya air ke dalam kapal hingga akhirnya kapal karam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengantisipasi kekurangan pasokan elpiji 3 kg di Tarakan, Pertamina bergerak cepat. Pada hari Selasa (14/1/2014) kemarin, 10.000 tabung berisi elpiji 3 kg telah diberangkatkan menuju Tarakan menggunakan KM Sejati Indah dari Balikpapan.
"Menyusul segera dalam waktu dekat akan dikirimkan lagi 5.000 tabung berisi elpiji 3 kg ke Tarakan. Jadi total ada 15.000 tabung berisi elpiji 3 kg yang dipasok ke Tarakan. Masyarakat tidak perlu panik dan merasa khawatir karena kami sudah mengantisipasinya dengan mengirimkan kembali dari Balikpapan ke Tarakan," tutup Rudy.
KM Jaya Utama II dari Balikpapan menuju Tarakan, yang mengangkut tidak kurang 10.000 tabung berisikan elpiji 3 kg, tenggelam dan karam Minggu (12/1/2014) lalu di perairan laut Berau, Kaltim.
Dari 7 ABK, 6 diantaranya selamat dan telah dievakuasi ke Tarakan. Seorang ABK lainnya, Nanang, tengah dalam pencarian tim SAR gabungan.
(fdn/fdn)
