Warga Kampung Pesing Sempat Panik Akibat Broadcast Banjir Hoax

Warga Kampung Pesing Sempat Panik Akibat Broadcast Banjir Hoax

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Rabu, 15 Jan 2014 18:08 WIB
Warga Kampung Pesing Sempat Panik Akibat Broadcast Banjir Hoax
Jakarta - Pesan siaran atau broadcast message palsu soal banjir beredar di masyarakat. Meski Wagub DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) telah menyatakan bahwa pesan itu palsu, namun warga Kampung Pesing Kedoya Utara sempat dibuat panik.

"Itu benar atau tidak sih sebaran sms soal tanggul yang mau dibuka karena tidak kuat menahan kiriman dari Bogor?" tanya seorang warga Wawan kepada wartawan di Warung Makan Bapak Sahri Kampung Pesing, Kedoya Utara, Jakarta Barat, Rabu (15/1/2014).

"Itu palsu, tadi Pak Ahok sudah bilang agar masyarakat tak mempercayai pesan itu," jawab wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik warung pun mengaku sempat kaget oleh pesan yang menyebar itu. Menurut dia dengan banjir kemarin (14/1) saja warga sudah panik.

"Saya pikir tadi juga beneran. Banjir yang se paha saja kami sudah panik. Apalagi kalau ada kiriman dari Bogor yang tanggul saja tidak kuat," kata pemilik warung Ahmad Sahri.

Menurut Sahri, banyak warga yang juga menerima pesan tersebut. Beruntung jika kabar itu hanyalah kabar palsu.

Pesan siaran yang tersebar tersebut berbunyi:
"Pagi ini pemprov DKI Jakarta bpk AHOK meminta maaf kpd warga Jakarta,karna tanggul ciliwung pagi ini tgl 15 Januari 2013 pukul 9.30, terpaksa di buka kembali,karna sudah tidak kuat menahan tekanan air yang datang dri arah bandung & bogor,mohon warga jakarta untuk segera siaga 1,air akan datang sekita 4 jamm dri tanggul di buka,ini dilakukan pemprov,unk menanggulangi agar banjir tidak semakin berlarut2,unk warga jakarta yang berada daerah thamrin,sudirman,pengadegan,gatot subroto,dan daerah sekitarnya,mohon unk segera cari posko aman,mohon yang sudah trima pesan ini,langusng infokan ke saudara2 yang lain agar lebih siaga,terima kasih."

(bag/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini