"Tahun ini mudah-mudahan tidak lebih parah dari tahun lalu. Banjir sekarang lebih sebentar daripada tahun lalu karena kegiatan struktural yang sudah dilakukan PU," jelas Menteri PU Djoko Kirmanto.
Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers tentang penanganan banjir di kantornya, Kementerian PU, Jl Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djoko mengatakan mengadakan konferensi pers ini karena selalu ditanya kinerja dan peranan Kementerian PU saat banjir terjadi. Djoko mengatakan peran PU adalah mencegah supaya banjir berkurang dari tahun sebelumnya.
"Jadi Kementerian PU bekerja lebih berat di musim kering. Sementara ditanyakan orang-orang itu sebenarya dampak dari banjir. PU hanya memberikan bantuan darurat seperti perahu karet atau alat-alat berat, untuk penanganan dampak tersebut," jelas Djoko.
Dalam pencegahan banjir itu ada 2 kegiatan yakni struktural dan nonstruktural. PU berperan dalam kegiatan struktural.
"Struktural itu kegiatannya PU. Pelebaran kali, penutupan lubang-lubang di jalan, normalisasi kali. Nah, yang kaya-kaya gitu kerjanya PU," kata Djoko menjelaskan.
Sedangkan nonstruktural, seperti penanaman pohon, tidak membuang sampah di kali yang berperan masyarakat dan pihak lain. Kendati demikian, kegiatan nonstruktural itui lebih besar untuk mencegah banjir.
"Saya yakin kalau dampak pencegahan banjir dengan kegiatan nonstruktural akan lebih besar dari kegiatan struktural, karena kegiatan nonstruktural lebih penting," tutur dia.
(nwk/mad)










































