"Warga sudah hafal kalau setiap tahun pasti banjir. Saya pertama ke sini tahun 1978 juga sudah kena banjir. Bedanya cuma kalau dulu air banjirnya bersih, sekarang kotor," ungkap Ketua RT 1 RW 8 Kedoya Utara Sukarman di rumahnya, Rabu (15/1/2014).
Sukarman menceritakan kiat warga Kampung Pesing bertahan kala banjir. Mereka menyulap loteng mereka untuk mengungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga pun telah hafal kapan waktunya bersiap-siap menghadapi banjir dan kapan 'masa aman'. Mereka memiliki perhitungan sendiri.
"Pokoknya kalau sudah hari Natal (25 Desember) itu warga siap-siap mindahin barang-barangnya ke atas. Nanti tanda amannya kalau sudah imlek," tutur Sukarman.
Instalasi listrik di wilayah ini pun tetap dialiri listrik meski banjir. Rupanya warga telah memindahkan posisi stop kontak agar aman.
"Posisinya kita pindahkan jadi 1,5 meter. Karena rata-rata banjir yang masuk rumah kan 1 meter. Kecuali kalau pas siklus 5 tahunan, itu bisa sampai di atas 1,5 meter masuk rumah," kata dia.
(bag/rmd)











































