DPR Soroti Lambannya Penanganan Pengungsi Gunung Sinabung

DPR Soroti Lambannya Penanganan Pengungsi Gunung Sinabung

M Iqbal - detikNews
Rabu, 15 Jan 2014 12:20 WIB
DPR Soroti Lambannya Penanganan Pengungsi Gunung Sinabung
Jakarta - Lambatnya penangangan terhadap pengungsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara, menyita perhatian rapat paripurna DPR hari ini. Anggota fraksi Golkar Anton Sihombing, meminta DPR dan pemerintah serius menanani musibah ini.

"Kita harus mendesak pemerintah untuk berbuat yang terbaik bagi korban Gunung Sinabung. Pengungsi sudah 4 bulan, Bupati tidak bisa berbuat apa-apa, 25 hektar sawah dan tanaman hortikultura sudah musnah," kata anggota fraksi Golkar Anton Sihombing saat interupsi di rapat paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2013).

"Pemerintah sampai sekarang belum memberikan langkah-langkah yang konkrit dan rill sampai sekarang," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, penanganan pemerintah Indonesia terhadap musibah erupsi Gunung Sinabung berbeda dengan pemerintah Italia saat menangani korban erupsi Gunung Etna.

"Gunung Sinabung ini hampir mirip dengan gunung Etna di Italia. Sinabung sudah ratusan kali erupsi, kemarin saja 38 kali, tapi menteri-menteri terkait belum turun. Kalau ini bukan di daerah, pemerintah pusat pasti sudah turun berkali kali," kritiknya.

"Saya Anton Sihombing caleg Dapil III nomor urut 1. Sampai sekarang masih caleg nomor 1," imbuhnya mengakhiri interupsi sambil 'kampanye'.

Mendapat interupsi itu, pimpinan sidang Marzuki Alie mengatakan bahwa DPR memang harus berperan dalam penanganan itu. Namun belum bisa dalam bantuan anggaran khusus.

"Teus terang DPR tak punya anggaran untuk membantu. Beberapa waktu lalu kita bikin posko bencana banjir, tapi itu atas inisiatif beberapa aggota dPR dan itu juga dari urunan anggota DPR dan karyawan," kata Marzuki Alie.

"Tapi kalau ada inisiatif membentuk posko saya setuju kita urunan menunjukkan kontribusi anggota DPR terhadap teman-teman saudara kita yang jadi korban," imbuhnya.

(/van)


Berita Terkait