"Sebagai langkah pencegahan, perlu menjadikan harta warisan dan hibah sebagai objek pajak dengan besar pajak yang cukup tinggi. Sekitar 30-50 persen," kata Irman di Four Season Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2014).
Turut hadir dalam acara bertajuk 'Seri Kuliah Umum Kandidat Presiden 2014, Irman Gusman: Menuju Negara Adidaya Membangun Daerah Membangun Republik' adalah peneliti ilmu politik J Kristiadi, dan pakar media Budiarto Shambazy beserta Bambang Harimurti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta konvensi Partai Demokrat itu mengaku memiliki mimpi Indonesia sebagai negara adidaya. Menurut Irman, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara adidaya ekonomi di Asia dan dunia.
"Bila saya ditakdirkan dan mendapatkan kepercayaan rakyat menjadi pemimpin nasional lima tahun ke depan, ada target yang hendak dicapai," kata Irman.
Target yang dimaksud adalah pertumbuhan ekonomi 7-8 persen dalam lima tahun, pendapatan nasional menjadi USD 2 triliun, pendapatan per kapita menjadi USD 7.500, mengurangi kemiskinan menjadi 5 persen dari penduduk di seluruh Indonesia, membuka 10 juta lapangan kerja baru, menekan angka pengangguran menjadi 4 persen, mewujudkan kedaulatan pangan nasional, meningkatkan surplus perdagangan dan cadangan devisa negara.
"Bila prediksi itu berhasil dicapai, Insya Allah, cita-cita kemerdekaan mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur akan menjadi kado terindah perayaan 100 tahun kemerdekaan pada tahun 2045 nanti," ujar Irman.
(vid/van)











































