Pantauan di rel kereta api Pasar Pesing, Kedoya Utara, Jakarta Barat, Rabu (15/1/2014) masih terdapat tenda pengungsian. Sementara sebagian warga telah kembali ke rumah mereka.
"Kalau yang RT 1 sampai 5 sudah surut. Sebagian RT 5 sampai 14 masih banjir, karena wilayah mereka lebih rendah," ujar petugas keamanan setempat, Marbun (58) di lokasi pengungsian.
Para pengungsi mendirikan tenda darurat dari terpal dan bambu ala kadarnya di atas rel sebelah utara. Sementara rel sebelah selatan masih aktif digunakan kereta Commuter Line.
"Kereta yang lewat jalannya sangat pelan, jadi tidak terlalu bahaya. Tapi tetap saja kita harus hati-hati karena banyak anak-anak di sini," tutur Marbun.
Tak lama kemudian sebuah kereta Commuter Line melintas. Kecepatan kereta tersebut hanya 5 km/jam ketika melintas di kampung Pesing.
Di pengungsian nampak sampah menumpuk di beberapa titik. Motor warga diparkirkan di sepanjang lokasi pengungsian.
Beberapa tenda terdapat kompor dan gas ukuran 3 kg untuk memasak. Warga yang laki-laki ada yang telah berangkat bekerja, sementara lainnya membersihkan tenda masing-masing.
Cuaca saat ini gerimis, matahari nampak malu-malu menunjukan diri. Warga pun masih khawatir jika banjir belum surut hari ini.
(bag/rmd)











































