Klaim-Mengklaim Trah Warnai Muktamar NU
Senin, 29 Nov 2004 18:05 WIB
Boyolali - Pada muktamar di Donohudan Boyolali, trah atau silsilah kekerabatan digugat. Dua kiai yang mengklaim memiliki darah biru NU mengharapkan warga nahdliyin tidak terjebak dalam trah untuk menentukan pimpinan.Kedua kiai itu adalah Fawa'id Asad Syamsul Arifin dan Hasib Wahab Hasbullah. Sebagaimana namanya, Fawaid As'ad adalah putra dari As'ad Syamsul Arifin asal Situbondo, sedangkan Hasib Wahab Hasbullah adalah cucu Wahab Hasbullah asal Jombang. Keduanya menggelar jumpa pers di Ruang Sekretariat Panitia Muktamar, Senin (29/11/2004) sore.Hasib yang berbicara di awal jumpa pers menyatakan, NU bukanlah warisan tapi organisasi. "NU merupakan hasil karya dan perjuangan keagamaan dan kebangsaan secara bersama-sama. Setiap orang berperan di dalamnya," katanya.Hasib menceritakan, pada awal pendiriannya, NU dirancang oleh Wahab Hasbullah dan sejumlah kiai di Jawa Timur. Karena Hasyim Asy'ari (kakek Gus Dur) terbilang kiai tua, Wahab Hasbullah harus meminta izin untuk mendirikan organisasi itu. Hasyim Asy'ari menyetujuinya, dan berdirilah NU pada tahun 1926."Jadi NU bukan milik perorangan. NU bukan milik Tebu Ireng dan Denanyar Jombang, tapi milik nahdliyin seutuhnya," tandasnya.Ketika disinggung apakah pernyataanya ditujukan ke Gus Dur, Hasib tidak membantahnya. Tapi yang lebih utama, dirinya menunjukkan bahwa pada arena muktamar, setiap warga dipersilakan berperan serta, tidak mengenal trah. Apalagi saat pencalonan pemimpin NU.Tak Akan Ada NU TandinganSementara Fawaid As'ad menegaskan, seluruh agenda muktamar ditujukan bagi nahdliyin. Tidak ada kaitannya dengan pemilu dan pilpres yang baru saja lewat. Karena itu, setiap peserta dilarang membawa-bawa wacana lain selain agenda muktamar.Ketika ditanya soal kemungkinan ada NU tandingan versi Gus Dur, Fawa'id yakin kalau pun ada NU tandingan, keberadaannya tidak akan lama. Pada saat Muktamar Cipasung, hal seperti itu terjadi. Pada waktu itu, Gus Dur ditandingi Abu Hasan yang dibiayai pemerintah."Dulu Gus Dur ketua, Abu Hasan saingannya. Sekarang terbalik, Gus Dur jadi Abu Hasan. Soalnya yang sekarang jadi ketua kan Hasyim Muzadi," katanya disambut derai tawa wartawan dan peserta jumpa pers.Terakhir, Pengasuh Ponpes Salafiyah Safi'iyah Situbondo ini yakin Hasyim bakal terpilih lagi sebagai Ketua mendampingi Sahal Mahfud. Pasalnya, Hasyim dinilai mampu membangun NU selama lima tahun lalu. Begitu juga di masa datang.
(asy/)











































