Mengapa Hanya Jakarta yang Menerapkan Modifikasi Cuaca?

Mengapa Hanya Jakarta yang Menerapkan Modifikasi Cuaca?

Prins David Saut - detikNews
Selasa, 14 Jan 2014 15:26 WIB
Mengapa Hanya Jakarta yang Menerapkan Modifikasi Cuaca?
Foto: Peralatan modifikasi cuaca (David/detikcom)
Jakarta - DKI Jakarta tengah ancaman banjir karena curah hujan yang cukup tinggi. Namun provinsi dengan anggaran terbesar di Indonesia ini mampu membiayai modifikasi cuaca seharga Rp 20 miliar.

Mengapa hanya Jakarta yang menerapkan teknologi modifikasi cuaca? Bagaimana dengan daerah lain yang juga kerap mengalami banjir parah?

"Sementara Jakarta karena yang lain masih bisa ditangani. Aliran sungai di Jakarta kompleks dan sudah ada sejak jaman Belanda dulu. Jadi teknologi modifikasi cuaca, (dilakukan) di Jakarta dulu," jawab Kepala BNPB Syamsul Maarif di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (14/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syamsul menambahkan, Jakarta memiliki kasus spesifik terkait banjir, sehingga berbeda dengan Solo yang memiliki sungai Bengawan Solo. Ditambah kepala daerah yang tanggap dan siaga terhadap becana banjir.

"Jadi di daerah berbeda dengan di sini. Di Bengawan Solo cuma satu dan pemda sudah siap. Bojonegoro dan Gresik juga ada dan wilayahnya ada tambak untuk kantong-kantong aliran sungai. Upaya penanganan jangka panjang juga mereka punya," ujar Syamsul.

Kemudian Syamsul memuji pemda Kabupaten Bojonegoro yang menyatakan diri siap menghadapi banjir. Kesiapan ini menurut Syamsul sebagai bentuk penanganan yang berjalan baik.

"Artinya mereka membangun sistem menangani bencana dan banyak yang berhasil. Ini tergantung kepemimpinan kepala daerah menangani bencana, khususnya banjir," ujar Syamsul.

(vid/)


Berita Terkait