Mengapa hanya Jakarta yang menerapkan teknologi modifikasi cuaca? Bagaimana dengan daerah lain yang juga kerap mengalami banjir parah?
"Sementara Jakarta karena yang lain masih bisa ditangani. Aliran sungai di Jakarta kompleks dan sudah ada sejak jaman Belanda dulu. Jadi teknologi modifikasi cuaca, (dilakukan) di Jakarta dulu," jawab Kepala BNPB Syamsul Maarif di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (14/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi di daerah berbeda dengan di sini. Di Bengawan Solo cuma satu dan pemda sudah siap. Bojonegoro dan Gresik juga ada dan wilayahnya ada tambak untuk kantong-kantong aliran sungai. Upaya penanganan jangka panjang juga mereka punya," ujar Syamsul.
Kemudian Syamsul memuji pemda Kabupaten Bojonegoro yang menyatakan diri siap menghadapi banjir. Kesiapan ini menurut Syamsul sebagai bentuk penanganan yang berjalan baik.
"Artinya mereka membangun sistem menangani bencana dan banyak yang berhasil. Ini tergantung kepemimpinan kepala daerah menangani bencana, khususnya banjir," ujar Syamsul.
(vid/)










































