Pemprov DKI Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Cegah Banjir

Pemprov DKI Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Cegah Banjir

Prins David Saut - detikNews
Selasa, 14 Jan 2014 14:50 WIB
Pemprov DKI Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Cegah Banjir
Foto: Peralatan modifikasi cuaca (David/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI menetapkan status siaga darurat banjir sehingga melakukan berbagai cara untuk menangani banjir di Jakarta. Salah satunya dengan melaksanakan modifikasi cuaca.

"Hari ini kita launching kegiatan modifikasi cuaca. Ini kita lakukan dengan pernyataan Pak Gubernur Joko Widodo, siaga darurat, dengan itu kita akan leluasa gunakan anggaran dan potensi lainnya yang siap pakai," kata Kepala BNPB Syamsul Maarif di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (14/1/2014).

Anggaran dari Pemprov DKI sebenarnya belum disetujui DPRD DKI, sehingga sementara ditalangi oleh BNPB sebesar Rp 20 miliar. Dengan dana tersebut, BNPB menggandeng TNI AU dan BPPT untuk memodifikasi cuaca di langit Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Modifikasi dilakukan menggunakan tiga pesawat, salah satunya adalah pesawat Hercules Cassa 212-200. Pesawat milik TNI AU ini membawa 6 ton garam yang dikemas dalam kontainer berbentuk corong hasil pengembangan teknologi modifikasi cuaca TNI AU.

"Artinya TNI AU sudah siap dilibatkan untuk operasi militer selain perang. Kawan-kawan TNI AU ini memodifikasi pesawat juga untuk menangani kesulitan masyarakat," kata Syamsul.

Di bagian buntut pesawat dibuat lubang berdiameter 30 cm sebagai tempat penyebaran garam di dalam awan. Dari kontainer tersebut, ada pipa besi yang menyambung ke lubang pembuangan itu.

"Sehingga tidak manual lagi. Kini lebih efektif," kata Syamsul.

Sebuah pesawat Hercules kini tengah bersiap untuk menyemai garam di dalam awan-awan. Teknologi ini pernah dilakukan pada tahun 2012 dan terbukti mampu mengurangi curah hujan 35 persen.

"Mungkin teman-teman ada yang mau naik? Masuk ke dalam awan gelap itu, kawan-kawan harus buat surat pernyataan dulu. Karena biasanya pesawat hindari awan, ini malah masuk," kata Syamsul menggoda pekerja media yang ingin menyaksikan penyebaran garam di awan.

(vid/)


Berita Terkait