Hal ini terjadi saat detikcom menyambangi kediamannya di Jalan Kecubung III RT 02/09 Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (14/1/2014). Yayan lebih banyak tersenyum dari pada memberikan keterangan.
"Saya senang banget bisa ketemu keluarga lagi," kata Yayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di dalam cuma bertanya-tanya, kenapa bisa sampai di dalam. Langsung kurus banget," kata Fatma, adik ipar Yayan.
Fatma menambahkan, sejak bebas dari penjara, kakak iparnya baru makan satu kali. Sehingga ia mengalami gejala anemia.
"Kurang enak badan, kayaknya kurang darah, badan lemes. Tapi buat dia ketemu anak-anak sudah tenang hatinya," ujar Fatma.
Saat menginjakan kaki di rumahnya, Yayan tak menyangka warga menggelar aksi solidaritas agar ia tak dipenjara. Puluhan warga menyambut Yayan dan ia teramat bersyukur.
"Sampai rumah sujud syukur akhirnya keluar tahanan, keluarga juga senang. Semua warga juga menyambut di depan gapura. Puluhan warga kemarin antusias banget," kata Fatma yang menyaksikan hal tersebut.
Yayan dipenjara di Rutan Pondok Bambu pada Senin (3/1) minggu lalu oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Seorang oknum sempat meminta pihak keluarga Rp 5 juta untuk penangguhan penahanan, namun hal ini dibantah Kejari Jaktim.
Yayan dipenjara karena cekcok soal sampah dengan tetangganya Yusnina. Menurut tetangganya itu, Yayan membuang sampah di halaman rumahnya dan melakukan penganiayaan ketika ditegur.
(vid/ega)










































