"Tadi kita sudah mengevakuasi 10 orang tapi di dalam rumahnya masih ada 6 orang yang bertahan di loteng," kata petugas Basarnas, Ishak pada detikcom di lokasi, Senin (13/1/2014).
Keenam orang tersebut berada di salah satu rumah yang terendam di RT 01/10 Bukit Duri, Jakarta Selatan. Mereka memilih tetap tinggal di rumahnya dan gelap-gelapan daripada di evakuasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di kelurahan sudah penuh, mesjid juga sudah penuh. Ya terpaksa kita gelap-gelapan di rumah," ucap Ida.
Saat ini tinggi air memang perlahan sudah mulai surut. Namun, rumah warga yang sejak semalam digenangi air belum dapat diakses karena masih tergenang cukup tinggi.
"Di rumah saya masih seleher. Ini sampai besok pagi nih kagak surut," ungkap wanita 45 tahun ini.
Hingga malam ini, Ida mengeluhkan kurangnya pasokan makan yang diterima para warga yang tak terdaftar di posko pengungsian. Selain itu, ia pun masih bingung akan tidur dimana.
"Mau masuk rumah, banjir. Mau tidur di rumah tetangga juga rumahnya kecil sepetak doang," ujarnya.
Listrik di kelurahan Bukit Duri memang dipadamkan oleh PLN sebagai salah satu prosedur pengamanan kala banjir. Lokasi pengungsian dan beberapa rumah warga yang berada tak terkena banjir terpaksa menggunakan genset untuk membuat listrik di rumahnya tetap menyala.
Di depan jalan Abdullah Syafei, Kampung Melayu lalu lintas nampak semrawut. Beberapa kendaraan tetap memaksa melintasi menuju arah terminal Kampung Melayu. Beberapa posko caleg dan ormas juga nampak berdiri di pinggir jalan.
(mnb/rvk)











































