Banjir 1 Meter Rendam Ratusan Rumah di Kukar dalam 5 Hari

Banjir 1 Meter Rendam Ratusan Rumah di Kukar dalam 5 Hari

Saud Rosadi - detikNews
Senin, 13 Jan 2014 18:06 WIB
Samarinda - Banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter merendam 931 rumah yang dihuni 1.153 KK di Kelurahan Loa Ipuh dan Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sebanyak 65 KK mengungsi ke posko evakuasi Pemkab Kutai Kartanegara.

Banjir akibat luapan Sungai Tenggarong sebagai anak Sungai Mahakam, telah merendam ratusan rumah warga dalam 5 hari terakhir ini, tepatnya sejak Kamis (9/1/2014) lalu. Banjir terus meluas mengingat pada Sabtu (11/1/2014) lalu, rumah yang terendam tercatat sekitar 800-an rumah.

"Curah hujan di hulu Sungai Tenggarong memang sangat tinggi. Sungai (Tenggarong) tidak bisa lagi menampung debit air. Ketinggian bervariasi hingga 1 meter," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara, Darmansyah, ketika dikonfirmasi detikcom, Senin (13/1/2014).

Data terkini hingga pukul 17.30 WITA sore ini, lebih dari 930 rumah itu dihuni sekitar 3.943 jiwa. Posko induk dibangun oleh instansi gabungan antara lain BPBD Kutai Kartanegara, Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara serta Dinas Sosial Kutai Kartanegara hingga aparat kepolisian dan TNI.

"Posko induk ini untuk memudahan koordinasi bantuan kepada korban banjir, tercatat ada 65 KK mengungsi. Warga juga membuat posko pengungsian lainnya dan sedikitnya ada 20 titik posko yang dibangun warga. Bantuan terus mengalir dan kita distribusikan," ujar Darmansyah.

"Dalam penanganan banjir ini, meski sangat perlahan ketinggian air menyurut, kami terus bersiaga di sini. Semua pihak dan peralatan dilibatkan dalam penanganan korban banjir, baik bantuan logistik maupun bantuan evakuasi," tambahnya.

Dikonfirmasi dalam kesempatan yang sama, Puskesmas Loa Ipuh mencatat keluhan penyakit kulit berupa gatal-gatal, mendominasi laporan di Posko Induk maupun ambulans yang rutin mengelilingi titik banjir.

"Iya, penyakit kulit gatal-gatal memang mendominasi. Di samping itu juga warga mengeluhkan batuk dan flu. Kami terus bersiaga di sini," kata petugas medis Puskesmas Loa Ipuh, dr Sugiarti.

(trw/trw)


Berita Terkait