"Seharusnya warga sudah punya kesadaran untuk evakuasi mandiri. Kan langganan banjir, harusnya mereka bisa ngepak barang-barang secukupnya," kata Agolo, ACT tim Basarnas, di Bukit Duri, Jalan Kampung Melayu Kecil, Jaksel, Senin (13/1/2014).
Agolo menjelaskan warga lebih memilih tinggal di rumahnya untuk menjaga harta bendanya. Mereka yang bertahan di rumahnya tidak memperkirakan logistik selama mereka memilih tinggal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Basarnas sendiri sudah menurunkan 16 personil dengan 3 perahu karet untuk mengevakuasi warga. Setidaknya sudah ada 100 orang warga RT 01/10 Bukit Duri Jakarta Selatan yang sudah dievakuasi. Jumlah ini masih kecil jika dibandingkan warga yang memilih untuk tinggal.
"Yang tinggal di rumahnya masih banyak," lanjutnya.
Lukman Nulhakim, salah satu warga yang RT 01/10 Bukit Duri adalah salah satu warga yang memilih tetap di rumahnya. Meski air sudah setinggi 1 meter, ia dan adik iparnya masih tetap tinggal di loteng rumah.
"Kita kira tadinya biasa aja. Ternyata tinggi banget," kata Lukman.
Hingga sore hari, lorong RT 01/10 masih digenangi air. Air baru surut sekitar 30 cm. Anak-anak kecil justru memanfaatkan air banjir untuk berenang dan berselancar dengan stereofoam di sepanjang jalan Abd Syafei yang tergenang air.
(mnb/gah)










































