Banjir yang merendam sejumlah kawasan di Jakarta ternyata tak membuat warga bergegas berlindung ke posko pengungsian. Seperti mayoritas warga di Cililitan Kecil ini, mereka memilih bertahan di rumahnya yang tergenang air, berjaga-jaga dari aksi 'maling banjir'.
'Maling banjir' adalah pencuri yang beraksi memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, menggasak barang-barang yang ditinggalkan di rumah oleh para pengungsi. Kekhawatiran warga Cililitan Kecil ini bukannya tak beralasan, soalnya 'maling banjir' sempat beraksi pada banjir tahun kemarin.
"Ada aksi pencurian waktu banjir tahun lalu. Warga takut ada kejadian seperti itu lagi," kata warga setempat bernama Ryan Kevin (22) di Cililitan Kecil I, Cililitan Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (13/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga memilih tinggal di lantai dua untuk berjaga-jaga," lanjut Ryan.
Berdasarkan pantauan, sebagian besar tempat tinggal warga merupakan rumah permanen. Banyak rumah berlantai dua. Ada pula rumah yang mempunyai dua lantai meski lantai atasnya bukanlah bangunan permanen. Hanya sedikit warga yang mengungsi ke posko-posko yang tersedia.
"Sebenarnya ada pengungsian di beberapa titik, posko di depan pedestrian Jalan Dewi Sartika arah PGC, ada juga beberapa warga di aula Mamba'ul Ula Islamic School," terang Ryan.
Jika ditengok, posko pengungsian di RW 07, Cililitan Kecil I, juga tak banyak orang. Hanya belasan ibu-ibu yang duduk di sana.
Bahkan, banyak warga yang memilih nongkrong di pinggir pedestrian Jalan Dewi Sartika arah PGC sambil terus memandang ke arah kampung Cililitan Kecil I, II, dan II. Mata mereka tak beranjak dari rumah, berjaga-jaga jika 'maling banjir' beraksi.
(/)










































