"Dari semalam saya sudah bunuh 100 kecoa yang masuk ke dalam rumah," kata Rendy kepada detikcom, Senin (13/1/2014).
Sekitar pukul 21.00 WIB, Minggu (12/1), air mulai menutupi jalan di rumah Rendy yang terletak di Jalan Patuhara, Kayuringin, Bekasi, Jawa Barat. Saat itu juga Rendy dan para tetangganya mulai mengungsikan mobil dan motor mereka ke tempat yang lebih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini ketinggian air di sekitar rumahnya mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Walau begitu, sebagian warga sekitar Kayuringin masih memilih untuk tidak membersihkan rumah mereka karena khawatir air akan kembali naik.
"Di dalam rumah tinggal 5 cm saja. Mulai surut. Kalau di luar mungkin 30 cm. Banyak banget kecoanya ini," kata pegawai swasta itu.
Tidak hanya kecoa yang muncul ketika banjir terjadi, tikus-tikus kecil pun mudah ditemukan di sudut-sudut pekarangan warga yang mengalami banjir. Selain itu cacing tanah juga mudah ditemukan ketika air memasuki rumah warga.
Kondisi ini membuat warga di lingkungan rumah Rendy rawan terjangkit penyakit leptospirosis. Penyakit ini berasal dari kotoran hewan yang tercampur dengan air banjir.
(vid/trq)