Sejak 1987
Di Riau 91 Orang Derita AIDS
Senin, 29 Nov 2004 15:34 WIB
Pekanbaru - Provinsi Riau yang merupakan daerah perbatasan dengan negara tetangga berada di nomor empat dalam hal penyebaran penyakit AIDS. Dari tahun 1987 hinga 2004, terdapat 91 orang mengidap AIDS, 40 orang di antaranya meninggal dunia.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Ekmal Rusdi mengungkapkan hal itu kepada detikcom di ruang kerjanya, Jl Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Senin (29/11/2004). Menurutnya, sejak tahun 1987 grafik penyebaran penyakit mematikan itu terus meningkat. Data terakhir, Oktober 2004 hingga November 2004 dilaporkan empat orang positif mengidap AIDS. Dari 91 pengindap AIDS itu 40 orang di antaranya telah meninggal dunia.Angka 91 orang itu menjadikan Riau pada urutan keempat penyebaran penyakit yang memerosotkan kekebalan tubuh itu. Ranking ini diraih salah satunya karena letak geografis Riau berdekatan dengan negara tetangga. "Hal ini menyebabkan mobilitas perilaku seks cukup tinggi," kata Ekmal. Dijelaskan Ekmal, sebagian besar pengidap AIDS itu adalah pekerja seks komersil (PSK). Sebagian kecil lainya diderita para narapidana. PSK yang banyak terserang AIDS ini banyak yang bekerja di Batam dan Tanjungbalai Karimun yang berdekatan langsung dengan Malaysia dan Singapura."Di kedua daerah itu banyak PSK yang melayani tamu dari negara asing sehingga penyebaran AISD di Riau cukup tinggi," katanya.Untuk menecegah tingginya penyebaran HIV/AIDS, Ekmal meminta Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang dibentuk di sejumlah kabupaten dan kota harus melakukan pencegahan dini. Pencegahan dini yang dimaksud adalah adanya kerjasama lintas instansi dan unsur tokoh dan lintas agaman untuk memberi peringatan atas bahaya AIDS serta siraman rohani."Mestinya ada kerjasama dengan tokog agama untuk memberikan siraman rohani akan perilkau seks. Sebab penyakit AIDS ini penyebab utamanya adanya perilaku sex di luar aturan agama," kata Ekmal.Pihaknya juga menyarankan agar pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Riau menyosialisasikan kondom di sejumlah kompleks pelacuran. Dalam hal ini diimbau agar KPA menyarankan setiap lokalisasi harus menggunakan kondom untuk menghindari penyebaran AIDS."Mestinya pemerintah bertindak tegas bagi lokalisasi yang mengindahkan peraturan tersebut. Bila peraturan itu dilanggar, tutup saja lokalisasi itu," kata Ekmal.
(nrl/)











































