"Malah rame, soalnya orang-orang nungguin bantuan datang itu pada beli ke sini, tapi kalau bantuan datang, ada yang beli tapi berkurang," ujar Ipeh (35) di warungnya di Jl Jatinegara Barat Raya, Senin (13/1/2014).
Menurutnya, warung nasinya itu ramai pembeli saat hari pertama banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Namun setelah banjir surut pendapatannya agak berkurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tampak Ipeh bergerak perlahan karena air banjir berwarna coklat itu merendam kakinya sampai batas paha. Meski mengaku repot tapi dirinya tak mempermasalahkannya.
"Iya repot sih, tapi ya mau gimana lagi," kata wanita asal Tegal itu.
(dha/mok)










































