Pembobolan tas ini dialami Tany yang tasnya dibobol saat menaiki pesawat Lion Air tujuan Jayapura-Jakarta pada 2 Januari lalu. Saat itu dia mebawa dua tas. Tas pertama merupakan tas jinjing berwarna merah yang dipasangi gembok di ritsletingya. Sedangkan tas kedua merupakan tas berbahan plastik berwarna coklat.
Tas Jinjing bergembok ini dirusak ritsletingnya. Para 'tikus' bandara membongkar ritsleting tas itu sehingga bisa mengambil uang Rp 800 ribu yang ada dalam tas tersebut. "Di dalam tas itu ada uangnya, mereka mengambilnya," kata Jazzy, pacar Tany, kepada detikcom, Minggu (12/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan mengenai kerusakan tas tersebut sudah dilaporkan pada petugas di Bandara Soekarno-Hatta. Namun hingga kini belum ada informasi mengenai keberadaan barang-barang yang dibawa Tany.
"Belum ada iformasi lagi mengenai keberadaan barang-barang yang hilang itu," katanya.
Sebelumnya, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengingatkan agar seluruh penumpangnya tidak menaruh barang berharga di bagasi. "Sebenarnya kita sudah mengimbau berkali-kali. Jangan memasukkan barang berharga di dalam tas atau koper yang dimasukkan dalam bagasi," ujar Edward.
Edward menambahkan, sejumlah banner dan alat pengumuman lainnya telah dipasang untuk mengingatkan penumpang agar tidak menaruh perhiasan, uang, atau benda berharga lainnya di dalam koper bagasi. Koper pun sebaiknya digembok dan dicek kembali sebelum masuk ke bagian loading.
"Kita juga minta para penumpang mengunci bagasinya dengan cukup aman karena banyak juga yang tidak dikunci. Pengawasan tetap kita lakukan dan ada juga proses screening," ujar Edward.
(nal/nrl)











































